Masyarakat Transparansi Aceh

s5Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) merupakan sebuah ide yang dimulai pada awal tahun 2006, dimana puluhan aktivis demokrasi dan aktivis anti korupsi berkumpul dalam Rencana Strategis untuk gerakan anti korupsi ke depan. Dimana menghasilkan penguatan kesadaran masyarakat untuk melahirkan semangat anti korupsi untuk jangka panjang serta perkembangan kasus korupsi yang semakin hari semakin tidak terkontrol, khususnya di Kabupaten/Kota di Aceh sehingga perlunya lembaga kontrol yang berkomitmen dalam pengawasan, baik bersifat kebijakan publik maupun anggaran.

Oleh karena itu, atas prakarsa para aktivis yaitu; Ahmad Yulden Erwin (KoAK Lampung), Akhiruddin Mahjuddin (GeRAK Aceh), Ridwan Haji Mukhtar (Jurnalis), Alfian (KDK), Sri Wahyuni Siregar (Aktivis Perempuan), Ridaya La Ode Ngkowe (ICW), Muhammad Taufik Abda (JKMA), dan Wardhiah (Aktivis Mahasiswa), di Banda Aceh pada hari Selasa tanggal 7 Februari 2006 sepakat untuk mendirikan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) yang berkedudukan di Kota Lhokseumawe hingga melakukan pengurusan pembuatan akta pendirian untuk memperjelas status hukum MaTA .

MaTA dengan status sebagai perkumpulan, merupakan organisasi masyarakat sipil yang eksis dan konsisten untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan advokasi dan pemberantasan korupsi guna mendorong terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih di Aceh. MaTA eksis membongkar kasus-kasus indikasi korupsi di Aceh, sekaligus melakukan pendampingan masyarakat hingga saat ini.

Fokus Kerja

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) merupakan organisasi masyarakat sipil yang independen dengan maksud untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan advokasi dan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) melalui pendidikan anti-korupsi serta mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas setiap penggunaan dana-dana publik di Aceh.

Isu Strategis

  • Lemahnya Penegakan Hukum
  • Pemerintah tidak transparan dan potensi korupsi
  • Lemahnya pengawasan masyarakat
  • Kebijakan pemerintah tidak berpihak pada rakyat
  • Kurangnya kesadaran masyarakat yang menyangkut kebijakan publik

Visi & Misi

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) punya visi “Terwujudnya gerakan rakyat anti korupsi untuk mendorong terciptanya keadilan, dan kesejahteraan sosial masyarakat.”

Misi MaTA adalah:

  • Mendorong partisipasi dan penguatan kapasitas masyarakat untuk aktif melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
  • Mendorong terciptanya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengelolaan kebijakan dan anggaran publik.
  • Melakukan kajian dan penelitian terhadap kebijakan dan pengelolaan keuangan daerah.
  • Melakukan monitoring dan advokasi dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi.