‎Ini Tanggapan MaTA Terkait APBA 2017

Lembaga Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) tidak yakin Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2017 akan dipergubkan. Diduga, ini hanya sebagai sebuah tekanan kepada pihak DPRA untuk lebih serius dan cepat membahas KUA-PPAS yang sudah diserahkan oleh eksekutif.

“Selama ini Plt Gubernur Aceh sering melemparkan ancaman dan pernyataan ke publik secara tegas, tetapi tidak pernah terjadi,” kata Koordinator Badan Pekerja MaTA, Alfian, saat dimintai tanggapannya oleh GoAceh, terkait APBA 2017 yang selama ini tengah jadi bahan perbincangan.‎

Ia melanjutkan, pembahasan APBA tiap tahun terjadi tarik-menarik dan saling menyalahkan antara eksekutif dengan legislatif.

“Mereka selalu mencari pembenaran. Mereka tidak mau berubah karena ada kepentingan anggaran. Publik sangat tahu itu,” ujar Alfian, Selasa (3/1/2017) malam.

Menurutnya, polemik yang sedang terjadi saat ini, menambah ketidakpercayaan publik terhadap eksekutif dan legislatif. Ketika kepentingan mereka tidak ketemu, maka rakyatlah yang jadi korban.

“Kita meragukan pembahasan APBA selesai 15 Januari mendatang,” ucap Alfian.

Ia menambahkan, dampak paling buruk ketika anggaran terlambat disahkan adalah pembangunan yang sudah ditunggu oleh rakyat akan tertunda, ekonomi rakyat tidak berjalan dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah semakin tinggi.‎

“Kita berharap semua elemen di Aceh bisa mengawasi dan mengontrol kinerja pemerintah. Kita tidak mau dijadikan sebagai sapi perah tiap tahunnya,” tegas Alfian.[]

Sumber: Go Aceh