8 Bulan Disidik, Kasus Dasni Belum ke Pengadilan

Penyidik Kejati Aceh hingga kini belum melimpahkan kasus korupsi dana hibah dengan tersangka Dasni Yuzar ke pengadilan untuk disidangkan. Padahal sudah delapan bulan kasus itu disidik di Kejati Aceh.

Sebagaimana diketahui, Kejati pada Maret lalu menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi dana hibah yang diterima Yayasan Cakra Donya Lhokseumawe dari APBA 2010 senilai Rp1 miliar melalui Biro Isra Setda Aceh.

Salah satu tersangka adalah Dasni Yuzar, pendiri Yayasan Cakra Donya dan saat ini menjabat Sekda Lhokseumawe. Dua tersangka lainnya merupakan adik dan anak kandung Dasni sebagai pengurus yayasan itu.

“Masih proses sidik (penyidikan), nanti dikabarin kalau sudah dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kasipenkum dan Humas Kejati Aceh Amir Hamzah saat dihubungi Atjehpost.co, usai siang, Kamis, 13 November 2014.

Ditanya apakah ada tersangka lainnya selain tiga orang dari Yayasan Cakra Donya, Amir Hamzah mengatakan, “Masih tiga”.

“Nanti kita lihat materinya dalam persidangan (di pengadilan),” kata Amir ketika disinggung apakah pihak Biro Isra Setda Aceh turut terlibat dalam kasus korupsi itu.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan dilansir laman resmi Kejati Aceh pada 13 Maret 2014, Kajati Aceh Tarmizi SH MH melalui surat nomor 185/N.1//Fd.1/03/2014 tanggal 13 Maret 2014 menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi dana hibah dari Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh tahun anggaran 2010 kepada Yayasan Cakra Donya Lhokseumawe.

Ketiga tersangka adalah Dasni Yuzar, Amir Nizam dan Reza Maulana. “Para tersangka diduga telah melakukan korupsi terhadap dana hibah dari Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh tahun anggaran 2010 kepada Yayasan Cakra Donya Lhokseumawe,” demikian keterangan Kejati Aceh.[Irman I. Pangeran]

Sumber: Atjehpost.co