Akhirnya Dasni Yuzar Ditahan, Ini Perjalanan Kasusnya

Setelah proses panjang terhadap kasus menjeratnya terkait dugaan korupsi dana Yayasan Cakra Donya (YCD) dari APBA Tahun 2010 senilai Rp 1 miliar, akhirnya terhitung 14 Juni 2016 Dasni Yuzar ditahan pihak Kejaksaan Negeri Lhokseumawe setelah mendapat surat eksekusi dari Mahkamah Agung RI.

Catatan GoAceh, kasus Dasni sudah lama berjalan, sejak 2010 Dasni dkk diduga menyalahgunakan dana hibah dari Biro Keistimewaan dan Kesejakteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Aceh tahun anggaran 2010 yang diberikan kepada YCD. Dana itu senilai Rp 1 miliar untuk pembangunan sarana olahraga.

Waktu itu pengurus YCD, Dasni Yuzar sebagai pendiri yayasan, Amir Nizam (adik Dasni) sebagai ketua yayasan, dan Reza Maulana (anak Dasni) sebagai sekretaris.

Kemudian dua tahun kemudian, tepatnya 6 September 2012, Dasni Yuzar mendapatkan promosi jabatan dari Asissten II Setdako menjadi Sekretaris Daerah Kota (Sekdako).

Namun baru terkuak ke permukaan dugaan korupsi tersebut, ketika Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menetapkan tiga tersangka pengurus YCD melalui surat Nomor: 185/N.1/Fd.1/03/2014 tanggal 13 Maret 2014. Hal itu setelah dilakukan penyelidikan sampai menjadi penyidikan sebelumnya oleh Kejati.

Selanjutnya, tiga bulan kemudian Dasni Yuzar mengembalikan kerugian negara tersebut senilai Rp1 miliar kepada penyidik Kejaksaan.

Pada 20 November 2014, Kejati Aceh mengembalikan kasus Dasni ke Kejari Lhokseumawe, sehingga waktu itu tersangka Dasni dkk ditahan sebagai tahanan kota oleh jaksa. Mulai saat itu, Dasni dkk tidak boleh keluar dari Kota Lhokseumawe tanpa izin Jaksa.

Kemudian, pada 16 Desember 2014, terdakwa Dasni Yuzar, Amir Nizam dan Reza Maulana menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Sidang pun berlalu, sampai jaksa pada 24 April 2015 menuntut Dasni Yuzar lima tahun penjara, dan dua lagi masing-masing empat tahun penjara.

Namun akhir persidangan berkata lain, pada 19 Juni 2015, majelis hakim memvonis bebas ketiga terdakwa tersebut, karena dinyatakan tidak terbukti dalam surat dakwaan primer dan subsider.

Lalu, pada 2 Juli 2015, Kejari Lhokseumawe mendaftarkan kasasi terhadap Dasni Yuzar dkk ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Akhirnya Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Kejari Lhokseumawe pada 2 Mei 2016 seperti tertera pada situs resmi MA di alamat http://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id, dengan nomor register 2481 K/PID.SUS/2015.

Tak lama berlalu, Dasni Yuzar terhitung 25 Mei 2016, menyerahkan permohonan kepada Wali Kota Lhokseumawe untuk mundur sebagai Sekdako. Hal itu dilakukan untuk lebih fokus menghadapi proses hukum skandal YCD tersebut.

Hanya dalam jangka waktu 22 hari dari pengunduran diri, kini giliran ditahan oleh Kejari Lhokseumawe setelah menerima vonis tindak pidana korupsi atas nama Dasni Yuzar pada 13 Juni 2016 dari MA.

Mulai malam ini, Selasa (14/6/2016) sekitar pukul 22.10 WIB, Dasni Yuzar resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas II.A Lhokseumawe sebagai narapidana.

Dasni merupakan mantan Sekda Lhokseumawe. Dalam perkara korupsi dana hibah itu, ia sebagai pendiri/penasehat YCD. Dua terdakwa lainnya dalam perkara tersebut, Reza Maulana dan Amir Nizam (Ketua dan Sekretaris YCD) adalah anak dan adik kandung Dasni.

“Yang dua lagi (Reza dan Amir) belum turun putusan kasasi dari MA,” kata Mukhlis.[]

Sumber: GoAceh