Banda Aceh Siap Luncurkan “Open Puskesmas”

* Nota Kesepahaman “Open Puskesmas” Ditandatangani

Masyarakat Transparanasi Aceh [MaTA] dan Balai Syura Ureung Inong Aceh [BSUIA] yang tergabung dalam Koalisi untuk Reformasi Birokrasi [KRB] Kota Banda Aceh kembali menggelar “Seminar Keterbukaan Informasi Publik Sektor Kesehatan di Kota Banda Aceh”.

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Piagam Komitmen “Percepatan Penerapan Reformasi Birokrasi untuk Meningkatkan Layanan Puskesmas yang Responsif Gender dan Inklusif di Kota Banda Aceh” yang ditandatangani para pihak, yakni Wali Kota Banda Aceh, Komisi Informasi Aceh, Ombudsman RI Perwakilan Aceh, dan Koalisi untuk Reformasi Birokrasi [KRB] Kota Banda Aceh pada tanggal 12 Juni 2014 lalu.

Acara ini dihadiri unsur Dinas Kesehatan Banda Aceh, BLUD RSUD Meuraxa, Farid Nyak Umar anggota DPRK Banda Aceh, unsur Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Kepala Puskesmas se-Banda Aceh, LSM, kelompok perempuan, pendamping komunitas hingga perwakilan disabilitas yang ada di Banda Aceh.

Abdullah Abdul Muthaleb dari MaTA menyebutkan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman penyedia layanan di sektor kesehatan tentang UU Keterbukaan Informasi Publik dan bagaimana menerapkannya terutama di level Puskesmas. “Pertemuan ini sekaligus untuk menyebarluaskaan gagasan membangun Model Puskesmas yang terbuka kepada publik. Inilah yang disebut dengan ‘Open Puskesmas’ di Kota Banda Aceh,” sebutnya.

Media Yulizar, Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh yang tampil sebagai narasumber menjelaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan aspek yang harus diterapkan sehingga menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi. “Kota Banda Aceh sebenarnya meskipun sudah banyak memperoleh penghargaan, termasuk dalam aspek keterbukaan imofrmasi, akan tetapi juga terus berupaya untuk menerapkan hal ini secara maksimal,” sebutnya.

“Pada level SKPD saja masih berbenah dan menjadi hal yang baru, apalagi di level Puskemas. Akan tetapi, gagasan yang dipelopori oleh MaTA dan BSUIA untuk mewujudkannya di level Puskesmas patut diapresiasi. Oleh karena itu, ‘Open Puskesmas’ sangat patut untuk kita dukung bersama.” tegasnya.

Narasumber lainnya yakni Jehalim Bangun dari Komisi Informasi Aceh [KIA] menyebutkan, di Banda Aceh dari level komitmen dan kebijakan sudah cukup bagus tetapi masyarakat harus memastikan agar komitmen dan kebijakan tersebut benar-benar diwujudkan. “Karena itu, partisipasi publik termasuk dalam aspek mendorong keterbukaan informasi publik khususnya di sektor kesehatan menjadi sangat penting,” jelas Komisioner KIA ini.

Dalam paparannya, Puskesmas sebagai badan publik maka harus terbuka kepada publik. “Dokumen soal standar layanan hingga dokumen Bantuan Operasional Kesehatan [BOK] itu harus terbuka kepada publik”, jelasnya.

Bahkan disebutkan oleh Jehalim Bangun, ada informasi-informasi tanpa diminta oleh masyarakat tetapi memang harus segera diumumkan seperti masalah kawasan endemik DBD. “Dinas Kesehatan dan seluruh unit layanannya, baik RSUD maupun Puskesmas, harus benar-benar paham dan menerapkan keterbukaan informasi publik tersebut.”

Open Puskesmas Siap Diluncurkan

Seminar ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Mewujudkan “Open Puskesmas” Berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di Kota Banda Aceh. Nota Kesepahaman ini ditandatangi oleh para pihak yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Komisi Informasi Aceh dan Koalisi untuk Reformasi Birokrasi [KRB] Kota Banda Aceh.

Para pihak yang menandatangani Nota Kesepahaman ini berkomitmen paling lambat pada April 2015, minimal terdapat dua unit Puskesmas yang dideklarasikan sebagai pilot project menuju “Open Puskesmas” di Kota Banda Aceh.

Deklarasi dimaksud akan diselenggarakan dalam momentum memperingati Hari Ulang Tahun [HUT] Pemerintah Kota Banda Aceh pada bulan April 2015 mendatang. Selain itu ditegaskan juga dalam kurun waktu enam bulan pertama, para pihak akan melakukan supervisi terhadap Puskesmas yang telah dideklarasikan sebagai pilot project Open Puskesmas di Kota Banda Aceh. [al3/sp]

Sumber: Atjehlink.com