Batalkan Anggota Pansel Tersangka Korupsi

MaTA Desak Ungkap Aktor yang Terlibat Kasus Kemenag

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Gu­bernur Aceh Irwandi Yusuf untuk membatalkan tim pani­tia seleksi (Pansel) yang berstatus tersangka korupsi.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian menyebutkan, dalam rangka menyeleksi calon pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh secara terbuka, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah membentuk pansel calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh yang berjumlah 9 orang.

“Anggota tim pansel yang diketuai oleh Setia Budi di antaranya adalah mantan Sekda Aceh Husni Bahri TOB. Penunjukkan Husni Bahri sebagai salah satu anggota pansel, menurut kami, telah menunjukkan bahwa tim pansel belum sepenuhnya bersih dan teruji integritasnya,” ujarnya kepada Analisa, Senin (20/11).

Menurutnya, individu bersangkutan hingga saat ini masih berstatus sebagai tersangka kasus korupsi pe­ngelolaan dana migas pada Dinas Pengelolaan Keua­ngan dan Kekayaan Aceh (DPKKA) 2010 yang ditetapkan oleh tim penyidik Kejati Aceh pada Februari 2017.

Seharusnya, tambah Alfian, individu yang terlibat dalam rekrutmen dan seleksi pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh harus orang-orang yang memiliki rekam jejak yang baik dan teruji integritasnya. Selain harus punya kapasitas dan kapabilitas yang baik, mereka juga mesti punya integritas yang bebas dari rekam jejak bermasalah baik secara hukum maupun sosial.

“Kami mendesak Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk membatalkan anggota tim pansel yang masih berstatus sebagai tersangka kasus korupsi,” tutur Alfian.[]

Sumber: Analisa