Desember, Korupsi Balai Advokat Aceh ke JPU

Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menargetkan akhir tahun 2014 ini akan melimpahkan kasus korupsi Balai Advokat Aceh (BAA) ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam kasus tersebut penyidik telah menetapkan dua tersangka.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, Husni Thamrin kepada habadaily.com, Jumat (14/11/14). “Iya, target kami bulan Desember tahun ini kasus BAA sudah ke JPU untuk tahap pemberkasan dakwaan, supaya awal tahun 2015 bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh,” kata Husni.

Husni mengatakan, pada kasus merugikan keuangan negara Rp 1 miliar sumber anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2010 ini pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan menyita sejumlah barang-bukti.

Penyidik juga sudah menetapkan dua tersangka, diantaranya, Direktur BAA berinisial SM, dan Ketua Panitia Pelatihan, FS. Keduanya, dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Husni menjelaskan, dana hibah ini diajukan melalui proposal ke Biro Keistimewaan dan Kesejahtraan Rakyat (Isra) Aceh. Tujuannya untuk pelaksanaan berbagai pelatihan, seperti pelatihan calon advokat, paralegal dan untuk pelatihan jurnalistik.

“Hasil penyelidikan, dana yang habis dipakai dalam berbagai pelatihan tersebut hanya Rp260 juta saja. Sisanya dana senilai Rp740 juta tidak dikembalikan ke kas daerah, hingga masa akhir anggaran 31 Desember 2010,” jelasnya.[Juli P. Mudo]

Sumber: Habadaily.com