Diduga Korupsi, Kejari Tahan Mantan Sekda Bireuen

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen jebloskan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, berinisial NM ke Rutan Bireuen, Jumat (21/11/14). NM diduga orang yang bertanggungjawab atas kasus pembobolan kas Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bireuen pada tahun 2011 lalu.

Kajari Bireuen, Thohir kepada wartawan mengatakan, mantan Sekda itu ditahan sebab terlibat kasus penyelewengan keuangan sekretariat daerah Kabupaten Bireuen dan kasbon tahun anggaran 2011.

“Mereka diminta hadir ke Kejaksaan sebab berkas kasus sudah lengkap untuk dilimpahkan ke pengadilan Tipikor di Banda Aceh, lalu ketiganya ditahan sementara di Rutan Bireuen,” ucap Thohir.

Berkas NM, mantan Sekda Bireuen periode 2007-2011 dikemas dalam satu berkas perkara bersama Ricky, mantan bendahara Sekretariat Kabupaten Bireuen. Mereka tidak dapat mempertanggungjawabkan keuangan Pemkab Bireuen Rp 1,3 milyar.

“Jadi di Pemkab Bireuen itu ada uang persediaan namanya, dana itu dicairkan atas dokumen yang diteken Sekda, tetapi akhirnya dana itu tidak dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan sehingga menjadi temuan dan kami tindaklanjut,” ucap Thohir.

Satu mantan pejabat Pemkab Bireuen lainnya yang ditahan bersama mantan Sekda yaitu mantan Kabag Umum Setdakab Bireuen berinisial TN. Sesuai audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) TN melakukan kasbon dan tidak mengembalikan lagi ke kas Pemkab Bireuen sebesar Rp 478 juta.

“Sebenarnya ketiga mereka itu sudah lama status tersangka, tetapi menimbang masih perlu audit dari BPK untuk mengetahui nilai kerugian negara, maka mereka tidak ditahan, nunggu hasil audit pun lama,” kata Thohir.

Uang persediaan (UP) yang bermasalah itu menurut Kajari Bireuen sesuai hasil penyidikan lebih banyak digunakan Ricky. Mantan bendahara itu malah tidak dapat menunjukkan catatan ke mana saja uang itu digunakan atau diserahkan.

Ketiga mantan pejabat Bireuen itu dijeat dengan pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.[Juli P Mudo]

Sumber: Habadaily.com