DPR Aceh Siap Investigasi Dugaan Pemerasan di Bina Marga

T. Rudi, Anggota DPRA (sumber : atjehpost.co)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh mengaku akan segera menginvestigasi dugaan pemerasan kontraktor oleh oknum di Bina Marga Aceh.

Hal ini disampaikan oleh T. Rudi Fatahul Hadi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dari partai Nasdem, Jumat 3 Oktober 2014.

“Kita akan mencoba menginvestigasi ke dinas agar tidak terjadi lagi pengutipan fee itu. Jika hari ini sudah terjadi, maka kedepan ini tidak lagi terjadi. Pengutipan fee proyek berpengaruh kepada kualitas,” ujar Rudi.

Rudi juga mengajak semua kalangan di DPR Aceh agar lebih mengfungsikan tugasnya dalam pengawasan. Tujuannya agar kecurangan dalam pelaksanaan proyek di semua dinas tidak ada lagi. “Sebenarnya kunci monitoring ada di DPR Aceh.

Jika hari ini monitoring itu baik dilaksanakan, maka perilaku pengutipan fee itu tidak ada,” ujar politisi Nasdem ini. Mantan aktivis Referendum ini juga mengaku akan menjalin komunikasi secara fair ke sejumlah dinas yang ada.

“Kalau kita mengontrol para pengambil kebijakan ini maka dinas terkait tidak bisa se-enakanya,”katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengusaha mengeluh adanya pungutan upeti sebesar 5 persen dari nilai proyek di Dinas Bina Marga Aceh. “Jika tidak diberikan, maka proyek akan dipersulit dan surat menyurat tidak akan diteken,” kata seorang pengusaha.

Ia menyebutkan, pejabat itu berinisial M, salah seorang kepala bagian di Bina Marga Aceh.

“Kami sudah mengadu hal ini ke LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA),” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Koordinator MaTa Alfian, membenarkan telah menerima pengaduan para pengusaha soal upeti di Bina Marga. “Ya, tadi sore,” ujar Alfian.

Sumber : www.atjehpost.co