Eksekusi Putusan MA, Jaksa Jebloskan Ramli Rasyid Cs ke Lapas Lambaro

Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang menghukum Ketua Yayasan Politeknik Aceh Ramli Rasyid, bersama Direktur Politeknik Zainal Hanafi dan Ketua Unit Pelaksanaan Penguatan Kampus Sibran masing-masing enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subesider 6 bulan.

Ketiga terpidana dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Lambaro, Aceh Besar, sejak Rabu (12/4/2017).

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banda Aceh Muhammad Zulfan kepada wartawan mengatakan, proses eksekusi berjalan lancar terutama karena ketiga terpidana sangat kooperatif.

“Mereka datang sendiri ke Kejari paska dikirimkan panggilan,” jelasnya.

Menurut Muhammad, petikan putusan MA untuk Ramli Rasyid diterima pada 21 Maret 2017, sedangkan petikan putusan Zainal Hanafi diterima pada 27 Maret 2017.

Sebelumnya, pada Selasa 14 Februari 2017 lalu, Majelis Hakim MA yang diketuai Artidjo Alkostar dibantu hakim anggota, Prof.  Abdul Latif dan MS Lumme menghukum ketiganya karena dinilai terbukti melakukan korupsi dana Yayasan Politeknik Aceh tahun 2011-2012 dengan kerugian negara Rp 2,3 miliar.

“Sementara uang pengganti sudah dibebankan pada Bendahara Politeknik Elvina yang divonis 5 tahun oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh Aceh dan tidak lagi mengajukan upaya hukum,” ungkap Zulfan.

Putusan itu lebih berat dari putusan banding Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang menghukum masing-masing terpidana 1,6 tahun penjara.[]

Sumber: Beritakini