Jaksa Periksa Tgk Ni dan Cut Lem Terkait Kasus PDPL

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe hingga Kamis (16/10) kemarin telah memintai keterangan 27 saksi dalam kasus dugaan korupsi dana investasi Rp 5 miliar pada Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) yang bersumber dari APBK Lhokseumawe Tahun 2013. Dari 27 saksi tersebut, tiga di antaranya adalah anggota badan pengawas yang dimintai keterangan pada Selasa (15/10) pagi.

Ketiga anggota badan pengawas yang diperiksa itu adalah Tgk Zulkarnaini Hamzah (Tgk Ni), M Salim Ibrahim (Cut Lem), dan Abdurrahman (Raman Biro). Sedangkan Ketua Badan Pengawas, Suaidi Yahya yang juga Wali Kota Lhokseumawe belum dijadwalkan untuk diperiksa dalam kasus ini.

Selain itu, kemarin jaksa juga memeriksa dua orang pengurus dari badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut. Kajari Lhokseumawe, Mukhlis SH melalui Kasi Pidana Khusus Yusnar Yusuf SH yang dihubungi Serambi, Kamis (16/10) mengaku telah memintai keterangan dari 27 orang saksi, termasuk tiga di antaranya para badan pengawas. Namun, Yusnar Yusuf enggan menyebutkan siapa saja nama ketiga anggota badan pengawas tersebut dan saksi yang diperiksa kemarin dari PDPL.

Tapi, berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi di internal maupun eksternal Kejari Lhokseumawe, ketiga anggota badan pengawas yang diperiksa itu bernama Tgk Zulkarnaini Hamzah, Salim Ibrahim, dan Abdurrahman.

Pada hari Senin (14/10) lalu jaksa juga memeriksa Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Lhokseumawe, Azwar, dalam kapasitas saksi.

Menurut Yusnar, ketiga anggota badan pengawas yang masih ia rahasiakan namanya itu dimintai keterangan hanya untuk mempertanyakan apakah mereka ikut menyetujui peminjaman uang PDPL tersebut atau tidak. “Tapi, ketiga anggota badan pengawas tersebut menjawab bahwa mereka tidak pernah menyetujuinya. Bahkan mereka mengaku tidak pernah diberi tahu oleh para pengurus PDPL tentang adanya peminjaman uang tersebut,” ujar Yusnar Yusuf.

Selain itu, Yusnar juga mengakui bahwa kemarin pihaknya sudah memeriksa dua pengurus PDPL. Namun, ia tetap merahasiakan nama mereka. “Dua orang yang kita mintai keterangan kali ini hanya sebagai saksi, bukan peminjam. Sebab, saksi yang terlibat meminjam uang PDPL sudah tuntas diperiska, sekitar sepuluh orang,” sebutnya.

Disinggung apakah sudah ada tersangka baru, Yusnar mengaku sejauh ini belum ada, melainkan masih tetap empat orang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penyidik Kejari Lhokseumawe telah menetapkan empat pengurus PDPL sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana investasi Rp 5 miliar yang bersumber dari APBK 2013. Masing-masing mereka berinisal AB, MI, MF, dan ZF.

Hingga kemarin sore, Serambi belum berhasil mendapatkan komentar dari tiga anggota Dewan Pengawas PDPL yang sudah diperiksa pada Selasa (15/10) lalu itu. Berkali-kali nomor telepon selular Tgk Ni dan Cut Lum dihubungi, tapi tak ada respons.

Panggilan pertama dilakukan Serambi pada pukul 14.38 WIB, 14.39 WIB, kemudian pukul 15.04 dan 15.05, terakhir pukul 15.45 WIB. Seluruh panggilan Serambi tak dijawab, meski handphone orang yang ingin dihubungi dalam kondisi aktif.

Pesan singkat (sms) yang dikirim Serambi pada pukul 15.23 WIB juga belum dibalas. Serambi kemudian menghubungi nomor hp Salim Ibrahim. Namun, keempat nomor hp-nya yang diperoleh Serambi tak satu pun yang aktif. [jf/bah]

Sumber: Serambinews.com