Jaksa Sita Rumah Mantan Wali Kota Banda Aceh

Tim Jaksa dari Kejari Banda Aceh menyita rumah milik mantan Wali Kota Banda Aceh, Alm Ir Mawardi Nurdin di Gampong Lamgugop, Dusun Kaye Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (2/6) siang. Rumah tersebut disita karena menjadi barang bukti dalam kasus korupsi dana yayasan Politeknik Aceh tahun 2011-2012 dengan kerugian Rp 2,3 miliar.

Penyitaan dilakukan sekira pukul 15.00 WIB oleh tim jaksa yang diketuai Kasi Pidsus, Muhammad Zulfan SH. Tim yang didampingi anak Alm Mawardi Nurdin sempat masuk ke dalam rumah untuk melakukan pengecekan. Setelah itu, jaksa menyegel pintu rumah dan menempel selebaran informasi bahwa rumah itu akan dilelang.

Lelang itu sebagai penganti kerugian negara yang ditimbulkan dari korupsi yang dilakukan Bendahara Politeknik Aceh saat itu, Elfina. Dalam kasus korupsi itu juga terlibat Ramli Rasyid dan Zainal Hanafi (Ketua Yayasan dan Direktur Politeknik Aceh), dan Sibran (Ketua Unit Pelaksana Penguatan Politeknik Aceh). Keempatnya kini sedang menjalani hukuman penjara.

“Kita mengeksekusi aset yang masuk dalam penyitaan perkara tindak pidana korupsi Politeknik Aceh dengan terpidana Elfina,” ujarnya seraya menyebutkan rumah itu merupakan hasil dari kasus yang sudah divonis pada persidangan dan masuk dalam putusan Mahkamah Agung sebagai barang bukti.

Rp 1,2 M untuk Pembangunan Rumah
Pada bagian lain Muhammad Zulfan juga menyebutkan, ada aliran dana korupsi sebesar Rp 1,2 miliar yang dijadikan biaya pembangunan rumah oleh alm Mawardi. Elfina yang saat itu sebagai bendahara Wali Kota diperintahkan untuk melunasinya. Ternyata, Elfina mengambil uang dari Yayasan Politeknik Aceh dimana kala itu Elfina menjabat sebagai bendahara yayasan.

Karena itu, rumah alm Mawardi Nurdin muncul dalam persidangan dan menjadi barang bukti dari kasus itu. Sehingga jaksa menyita rumah itu dan akan dilelang untuk mengembalikan kerugian negara. Terkait harga rumah, katanya, akan dihitung oleh tim independen. “Nanti jika harga lelang melebihi kerugian negara akan dikembalikan kepada pemilik rumah,” ujarnya.[]

Sumber: Serambi