Kadisperindag Lhokseumawe Ditahan

Kadisperindag Lhokseumawe Ditahan

Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Kamis (15/3) siang menahan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Kadisperindagkop) Kota Lhokseumawe berinisal HM di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Lhokseumawe. Ia ditahan dengan status titipan jaksa atas dasar dugaan terlibat korupsi.

Sebelumnya diberitakan, penyidik tindak pidana khusus pada Kejaksaan Negeri Lhokseumawe mengusut kasus dugaan korupsi di Disperindagkop setempat, terkait program fasilitasi pengembangan usaha kecil senilai Rp 745 juta, bersumber dalam APBK Kota Lhokseumawe tahun 2015. Pengusutan kasus ini sudah dimulai akhir 2016. Indikasi awal, pada bantuan berupa pengadaan kelontong/sembako diperuntukkan bagi 63 pelaku usaha tersebut, ada yang fiktif. Ataupun jumlah yang diteken penerima tidak sesuai dengan jumlah yang dia terima. Itu pun yang diterima pelaku usaha dalam bentuk uang, bukan dalam bentuk barang yang sesuai dengan dokumen paket tersebut. Bahkan pada Maret 2017 atau satu tahun lalu, kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.

Maka sejak saat ini, pihak jaksa terus mengumpulkan barang bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi, mulai dari penerima bantuan, pihak Disperindagkop, dan saksi ahli. Tak tanggung-tanggung, jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan sekitar 70 orang.

Beberapa waktu lalu, pihak jaksa menetapkan Kadisperindagkop, yakni HM sebagai tersangka. Penetapan itu dilakukan karena pihak Kejaksaan Negeri Lhokseumawe telah memiliki lebih dari dua barang bukti. Sedangkan hasil audit BPKP, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 253.780.143.

Kasi Pidsus Kejari Lhokseumawe, Saiful Amri, menyebutkan, sesuai dengan agenda, HM tiba di Kejaksaan sekitar pukul 10.00 WIB. Dia datang untuk dimintai keterangan sebagai tersangka. Proses pemeriksaan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB. HM dilontarkan sebanyak 60 pertanyaan terkait tanggunga jawab dan proses penyaluran pada program tersebut.

Menurut Kasi Pidsus, setelah usai proses pemeriksaan, pihaknya pun memutuskan HM untuk ditahan. “Kita menahan dia atas penilaian tidak kooperatif. Dia pun membantah hasil temuan kita, tapi itu hak dia. Sejauh ini tersangka pun belum memiliki niat untuk menggantikan kerugian negara,” ujar Saiful Amri.

Jadi, setelah disimpulkan tersangka untuk ditahan, maka pihaknya pun langsung membawa HM ke LP Lhokseumawe. “Langkah selanjutnya, kita akan melengkapi berkas untuk bisa diteliti kembali. Setelah berkas lengkap, maka langsung kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” jelasnya.

Saat ditanya terkait peluang adanya tersangka baru, Saiful Amri menyebutkan, pihaknya akan menuntaskna proses persidangan terhadap HM dulu. “Nanti di pengadilan kita lihat, apakah ada fakta baru yang terungkap ataupun tidak,” pungkas Saiful Amri.

Sementara itu, Kuasa Hukum HM, Mulyadi SH dan H Muazakir SH MH, mengakui kalau klien mereka telah ditahan dengan status tahanan jaksa. HM akan ditahan selama 20 hari ke depan. “Kita harapkan agar proses persiapan berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan bisa dipercepat, sehingga nantinya di persidangan akan bisa diuji dakwaan jaksa, apakah benar atau tidak kliennya bersalah,” demikian Muzakkir. (bah)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Kadisperindag Lhokseumawe Ditahan, http://aceh.tribunnews.com/2018/03/16/kadisperindag-lhokseumawe-ditahan.