Kasus Distan Dituntaskan 2015

* Status Masih Penyidikan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutacane akan menuntaskan kasus bantuan di Dinas Pertanian (Distan) Aceh Tenggara pada 2015 mendatang. Kasus itu berupa pengadaan benih bantuan dan alsintan dari 2011 hingga 2013 yang dibongkar oleh dua lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Agara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutacane, Edi Dikdaya SH MSi, kepada Serambi, Sabtu (18/10) mengatakan kasus dugaan korupsi bantuan benih pertanian seperti jagung, padi, pertisida dan alat mesin pertanian (Alsintan) masih dalam penyelidikan. Tetapi, mulai 2015 ditingkatkan menjadi penyidikan.

Menurut dia, penyidik bagian Kasi Intelijen telah turun ke sejumlah kecamatan untuk mengumpulkan data dan bukti dari penerima bantuan 2011 sampai 2013. Disebutkan, tiga pejabat pelaksana teknik kegiatan (PPTK) yakni Riskan, Netiana, dan Ir Kita telah diperiksa dan dimintai keterangan. “Kita akan tuntaskan kasus pengadaan di Distan Agara pada tahun 2015 mendatang,” katanya.

Pembina LSM Satyapila Agara, Nasrulzaman, kepada Serambi, kemarin menyatakan Kejari Kutacane harus dapat menuntaskan kasus itu dan siap mendukung dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi di Distan Agara. Dia berharap para tersangka nantinya dapat diseret hingga ke meja hijau dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Alfian, Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyatakan Kajati Aceh, Tarmizi SH diharapkan dapat mengawal kasus-kasus dugaan korupsi yang terjadi di daerah. Dia berharap, tim penyidiknya dari Kejati Aceh juga dilibatkan agar penanganan kasus korupsi di Agara cepat tuntas, sehingga tidak timbul berbagai asumsi di publik.

Seperti dilansir sebelumnya, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) dan Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Aceh Tenggara (Agara) menyorot pengadaan benih dan pestisida 2011-2013. Dana yang bersumber dari Otsus, DAK, DAU dan APBN untuk proyek tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pertanian (Distan) Agara.

“Kita menduga, sebagian bantuan benih dan pestida dari 2011 sampai 2013 di Distan Agara diduga fiktif dan tumpang-tindih,” ujar Ketua LPK Agara, Datuk Raja Mat Dewa kepada Serambi, Kamis (21/8/2014).

Sementara itu, Sekretaris Distan Agara, Mansyur yang ditemui terpisah membenarkan ada menerima surat dari LSM Lira dan LPK. Namun, dia mengklaim tidak mengetahui tudingan yang dilayangkan dua LSM tersebut, karena baru bertugas sejak Februari 2014. [as]

Sumber: Serambinews.com