Kasus PDPL, 27 Saksi Diperiksa

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe mulai merampungkan berkas kasus dugaan korupsi dana investasi sebesar Rp 5 miliar pada Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) yang bersumber dari APBK 2013. Dalam kasus itu, jaksa sudah memeriksa 27 saksi dari PDPL dan pejabat Pemko Lhokseumawe.

Sedangkan seorang saksi lainnya yang merupakan pengurus perusahaan tersebut belum bisa diperiksa karena izin dari Gubernur Aceh belum turun. Sebab, saksi dimaksud saat ini tercatat sebagai anggota DPRK Lhokseumawe.

“Hari ini kita jadwalkan pemeriksaan yang kedua terhadap bendahara perusahaan tersebut. Namun, dia menyurati kita katanya tidak bisa hadir karena sedang di luar Lhokseumawe. Karena itu, harus kita menjadwalkan ulang pemeriksaan saksi itu,” ujar Kajari Lhokseumawe, Mukhlis SH melalui Kasi Pidana Khusus, Yusnar Yusuf kepada Serambi, Selasa (21/10).

Menurut Yusnar, bendahara tersebut perlu dipanggil kembali karena penyidik membutuhkan keterangan tambahan untuk perampungan berkas. Begitu juga saksi yang lain, lanjutnya, jika dibutuhkan tetap akan dipanggil lagi, sehingga berkas kasus tersebut bisa dirampungkan secepatnya.

Ditanya apakah ada tersangka baru, Yusnar menyebutkan, pihaknya masih terus mendalami keterangan saksi yang sudah diperiksa, meski dalam kasus itu sudah ditetapkan empat tersangka yaitu AB, MI, MF dan ZF. “Setelah evaluasi, kami akan mengajukan permintaan audit ke pihak auditor. Sehingga proses audit kerugian negara dalam kasus tersebut bisa cepat,” katanya. Ditambahkan, pihaknya juga sudah mengantongi barang bukti berupa sejumlah dokumen dari perusahaan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rp 5 miliar dana penyertaan modal (investasi) untuk PDPL diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pejabat di Lhokseumawe. Sehingga kasus ini menjadi temuan jaksa pada awal September lalu.[jf]

Sumber: Serambinews.com