Korupsi Dana PKA, Kadisbudparpora Abdya Jadi Tersangka

Kejaksaan Negeri (Kejari) Blangpidie, menetapkan Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Drs Ahsin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-6, senilai Rp1,3 milyar lebih pada tahun 2013 lalu.

Kajari Blangpidie, Umar Z SH MH, melalui Kasi Pidsus, Adenan Sitepu SH kepada sejumlah wartawan, Senin (17/11) menerangkan, modus yang dilakukan dalam kasus ini adalah dugaan penyimpangan pertanggungjawaban, hingga proses penarikan uang PKA senilai Rp 1,3 milyar yang dimasukkan ke nomor rekening pribadi.

Anggaran untuk PKA itu ditarik pada tanggal 4 September 2013, sementara pada tanggal 6 September dana tersebut dengan sengaja dimasukkan ke nomor rekening pribadi Ahsin. Sedangkan dalam pertangungjawabannya, penggunaan anggaran tidak sesuai dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). “Atas perbuatan yang dilakukan Kepala Disbudparpora Abdya itu, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Karena dana tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan ditolak oleh sistim keuangan daerah,” jelas Adnan di ruang kerjanya.

Menurut Adnan, dengan masuknya uang tersebut ke dalam rekening pribadi tersangka, akan mendapatkan keuntungan bahkan tindakan proses pemindahan rekening uang tersebut juga dilakukan secara bersama-sama dengan bendahara kantor dimaksud. Setiap penggunaan anggaran daerah itu seharusnya diuraikan dengan rinci, dan uang dimaksud tetap tidak boleh dipindahkan ke rekening pribadi, sebab hal tersebut bertentangan dengan aturan. “Jadi untuk apa rekening kantor dibuat kemudian apa tugas dari bendahara kalau tidak dimanfaatkan. Tujuannya untuk mempermudah proses penarikan, namun tersangka mengangkangi hukum dan melakukan penyimpangan mata anggaran, jelas hal itu salah,” sebutnya.

Kasus tersebut, telah dilakukan ekspose perkara ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 11 November 2014 lalu, dan kemungkinan besar ekspose akan kembali dilakukan, sehingga nominal kerugian negara akibat kesalahan yang dilakukan tersangka akan lebih jelas. Sebelumnya, Kejari Blangpidie mulai melakukan penyelidikan terhadap dugaaan penyalahgunaan anggaran PKA 6 pada Maret 2013 lalu. Berbekal surat perintah, pihak Kejari Blangpidie mulai melakukan penyelidikan tanggal 10 Maret 2014, setelah membidik dugaan penyalahgunaan anggaran PKA 6 Kabupaten Abdya yang dikelola Disbudparpora setempat tahun 2013.

Adapun, Pejabat yang telah dimintai keterangan diantaranya Kepala Disbudparpora Abdya selaku Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Bendahara Pengeluaran. [Syahrizal/01]

Sumber: Harianaceh.co