Korupsi Kas Daerah, Dua Pejabat Tamiang Divonis 1 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh menjatuhkan hukuman satu tahun penjara terhadap mantan Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Aceh Tamiang, Syaiful Bahri, Kamis (8/10/15). Ia dinilai ikut serta mengorup dana kas daerah (kasda) Tamiang tahun 2013 Rp 795 juta.

Hukuman serupa (satu tahun) juga dijatuhkan untuk mantan Bendahara Pengeluaran Sekda Tamiang, Abdul Halim. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp 50 juta, setelah hukuman tersebut berkekuatan hukum tetap (inkrach). Apabila denda tidak dibayar maka digantikan (subsider) tambahan hukuman dua bulan kurungan.

pengadilanVonis majelis hakim untuk kedua terdakwa ini, jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tamiang, Sayid Muhammad, Ferdiansyah dan Yunasrul.  Sebelumnya tim JPU menuntut hukuman keduanya masing-masing empat tahun penjara.

Ainul Mardhiah selaku hakim ketua perkara ini mengatakan, sesuai keterangan saksi dan barang-bukti yang dihadirkan dan diterangkan di persidangan, kedua terdakwa terbukti telah menarik Uang Persediaan (UP) Aceh Tamiang  tahun Anggaran 2013 senilai Rp 1,7 miliar.  Penarikan dan pencairan dana tersebut dilakukan bersama-sama oleh kedua terdakwa.

Dana tersebut digunakan kedua terdakwa untuk membayar kegiatan di tahun 2013 yang mata anggaran kegiatan tersebut tidak terdaftar di Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Setda Tamiang tahun 2013. Kemudian selain dana ini diperuntukkan untuk kegiatan di luar DPA pada per 31 Desember 2013 juga tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Hasil audit Inspektorat Aceh Tamian, dari dana Rp 1,7 miliar tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp 795 juta,” kata hakim Ainul didamping Saiful As’ari dan Zulfan Effendi. Dalam perkara ini kedua terdakwa didampaingi kuasa hukum mereka Samsul Rizal Cs.[]

Sumber: Habadaily