Kunker Tatib DPR Aceh Dinilai Boroskan Anggaran

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai kunjungan kerja Panitia Tata Tertib (Tatib) DPR Aceh DKI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Papua adalah bentuk pemborosan anggaran.

Hal ini disampaikan Koordinator MaTA, Alfian, kepada Atjehpost.co, Selasa 11 November 2014.

“Kita mempertanyakan sejauh mana urgensinya Tatib harus dilakukan studi banding. Bukanya secara aturan nasional dan UUPA sudah jelas pengaturanya,” ujar Alfian.

Menurutnya akan sangat aneh ketikat satu sisi DPR Aceh berteriak UUPA harus jalan di Aceh, tapi dalam masalah Tatib UUPA diabaikan.

“Dalam catatan kita, studi banding Tatib ini memalukan dan menjadi bahan tertawaan orang, masak Tatip dilakukan study banding? Sehingga berdampaknya terhadap pelaksanaan anggaran 2015,” ujarnya.

Selain itu, katanya, MaTA berkepetingan dalam menyelamatkan penggunaan anggaran negara sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Anda bisa bayangkan, SPPJ anggota DPRA kemaren itu waktu pengapalan terakhir di PT. Arun, per orang 6.180.000. Bagaimana kalau kepergian mareka kali ini ke DKI, Jogja dan Papua hanya alasan melihat Tatib dan menguras keuangan Aceh lebih besar. Seharusnya DPRA baru memiliki kebijakan yang ekonomis dalam menggunakan uang rakyat Aceh. Ternyata sama saja,” katanya.

“Yang Kedua, kita sangat khawatir Tatib yang akan dibentuk untuk memberikan ligitimasi yang kuat untuk langkah-langkah dewan dalam sisi anggaran, hukum dan kebijakan. Dan itu hanya menguntungkan mareka saja,” ujarnya lagi.[]

Sumber: Atjehpost.co