MA Vonis Kadis PU Tamiang

* Penjara 7 Tahun, Denda Rp 200 Juta

* Kasus Korupsi Saat Menjabat Kadisperindagkop

KUALASIMPANG — Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menjatuhkan hukuman kepada Irwansyah yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Aceh Tamiang. Vonis yang dijatuhkan berupa hukuman penjara selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta, atas kasus korupsi pembangunan Pasar Pagi Kualasimpang yang didanai APBN tahun 2014.

Saat kasus ini terjadi, Irwansyah masih mejabat Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Aceh Tamiang. “Irwansyah dan M Jakfar yang menjabat PPK di Disperindagkop Tamiang, masing-masing dihukum penjara 7 tahun dan denda Rp 200 juta atau subsider enam bulan kurungan penjara,” kata Munif SH, Kajari Kualasimpang, Kamis (24/11).

Informasi ini disampaikannya setelah pihaknya menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) terkait kasus korupsi pembangunan pasar pagi Kualasimpang, dan akan segera melakukan eksekusi atas putusan tersebut. “Terkait putusan MA tersebut, kami akan segera mengeksekusinya,” ujar Munif SH yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kajari Kualasimpang ini.

Sempat Divonis Bebas

Sebelumnya , yakni Jumat 17 April 2015, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh memvonis bebas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Kadisperindagkop) Aceh Tamiang, Ir Irwansyah serta lima terdakwa lainnya. Keenam terdakwa itu dinyatakan tidak terbukti melakukan korupsi dana proyek pembangunan revitalisasi Pasar Pagi Kualasimpang, dengan anggaran hampir Rp 7 miliar itu.

“Terdakwa tidak terbukti melakukan korupsi dan terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan, serta dipulihkan nama baiknya,” kata Hakim Ketua Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Ainal Mardhiah SH, didampingi hakim anggota Saiful Has’ari SH dan Hamidi Djamil SH dalam sidang yang berlangsung, Kamis (16/4/2015).

Namun Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang melakukan kasasi, dan MA kemudian menjatuhkan hukuman kepada mantan Kepala Dinas Koperindagkop Aceh Tamiang, Irwansyah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) M Jakfar, tanpa menghukum empat terdakwa lainnya yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh.[]

Sumber: Serambi