Mantan Bendahara Walikota dan Pemcab PT Pegadaian Dibidik

– Kasus Kredit Fiktif

KASUS kredit fiktif dengan kerugian negara mencapai Rp 1,8 Miliar, memasuki babak baru. Kalau sebelumnya seorang pegawai PT Pegadaian (Persero), Muhammad Taufik ditetapkan sebagai terdakwa, kini JPU (Jaksa Penuntut umum) kembali mengembangkan kasus ini.

“Kita sedang melakukan pengembangan, karena ada beberapa orang yang terlibat lagi akan diperiksa, yaitu Elfiana mantan Bendahara Walikota Banda Aceh dan Tony Azwar sebagai Pimpinan Cabang PT Pegadaian,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Husni Thamrin,SH.MH melalui Tim JPU Mairia Efita Ayu,SH didampingi Lena Rosdiana Aji,SH, Senin (13/10) di ruang kerjanya.

Menurut Ayu, saat itu Muhammad Taufik yang jabatannya pengelola unit kantor Beurawe dan Keutapang membuat sejumlah kredit fiktif serta pinjaman tanpa jaminan utuh (BPKB ada, tetapi tidak disertai fisik mobil).

“Sebagai barang bukti, kita juga sudah menyita 5 BPKP dan 3 mobil, yaitu dua unit minibus Toyota Innova BL 764 JE dan BL 708 JR, serta minibus Toyota Avanza BL 777 DR, sedangkan 2 unit lagi, masuk dalam Daftar Pencarian Barang (DPB),” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Muhamad Taufik dijerat dengan pasal 2 ayat 1, Pasal 3, Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHP. Pihaknya juga tidak membantah, akan ada sejumlah tersangka baru dalam skenario kredit fiktif tersebut. [Mag-54/Rahmad Saputra]

Sumber: www.rakyataceh.co