Mantan Bupati Aceh Utara Tersangka Korupsi Kas Bon Rp7,5 Miliar

Kejaksaan Tinggi Aceh telah menetapkan Tgk Ilyas A. Hamid alias Ilyas Pase, mantan Bupati Aceh Utara sebagai tersangka korupsi kas bon senilai Rp7,5 miliar. Sebelumnya, Kejati telah menetapan mantan Kabag Ekonomi Aceh Utara Melodi Taher sebagai tersangka dana pinjaman kas bon pada Bank Aceh itu.

Kasipenkum Kejati Aceh, Amir Hamzah dihubungi ATJEHPOST.co, tadi pukul 17.50 WIB, Rabu, 5 November 2014, membenarkan hal itu. “Coba lihat di website Kejati Aceh, itu sumber resmi dari Kejati Aceh. Baru tadi pagi kita publikasi di website,” ujarnya.

Dalam keterangan dilansir laman resmi Kejati Aceh, nama mantan Bupati Aceh Utara tersangka korupsi tersebut dibuat inisial Tgk. IAH.

Berikut keterangan lengkap Kejati Aceh dalam laman resminya yang dipublis sejak 4 November 2014:

KEJATI ACEH TETAPKAN TGK. IAH TERSANGKA KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI KAS BON KABUPATEN ACEH UTARA

Setelah melalui ekspose dengan tim penyidik perkara tindak pidana korupsi dan tim satsus tindak pidana korupsi Kajaksaan Tinggi Aceh, akhirnya Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh TARMIZI, S.H., M.H. didampingi oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan kasus pinjaman kas bon Kabupaten Aceh Utara dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan serta menetapkan seorang tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Di mana sebelumnya pihak penyidik Kejati Aceh telah menetapkan MELODI M.TAHER sebagai tersangka dan perkara tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Penyidikan kasus ini tertuang dalam Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Nomor : PRINT-15/N.1/Fd.1/10/2014 tanggal 29 oktober 2014. Untuk selanjutnya kasus ini dapat dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui kasus tersebut.

Penetapan Tgk.IAH sebagai tersangka tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor : R-1010/N.1/F.d.1/10/2014 tanggal 23 Oktober 2014. Dimana yang bersangkutan dalam kasus tersebut telah memerintahkan dan mengarahkan Drs.Melodi Taher (berkas terpisah) yang saat itu menjabat selaku Kepala Bagian Ekonomi Dan Investasi Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara. Atas perintah dan persetujuan tersangka yang saat itu menjabat Bupati Kabupaten Aceh Utara pada tanggal 15 oktober 2009 telah mengajukan pinjaman daerah atas nama Pemkab Aceh Utara sebesar Rp.7.500.000.000,- (tujuh milyard lima ragus juta rupiah) ke Bank BPD Aceh cabang lhokseumawe.

Hasil pencairan uang pinjaman tersebut tidak masuk ke rekening kas umum daerah, tetapi dimasukkan ke rekening kredit nomor 04015901337 dan rekening giri 030 01.02.590056-6 atas nama kabag ekonomi dan investasi. Dimana specimen ditanda tangani oleh Drs.Melodi M Taher sendiri atas perintah tersangka Tgk.IAH dan uang tersebut atas perintah tersangka dibagikan kepada orang orang yang tidak ada sangkat pautnya dengan maksud pinjaman daerah tersebut serta untuk kepentingan Melodi M Taher sehingga telah menyebabkan kerugian negara cq Pemkab Aceh Utara sebesar Rp.7.500.000.000,- sebagaimana LHA BPKP Perwakilan Provinsi Aceh Nomor. SR-1121/PW01/05/2014 tanggal 02 Juni 2014.

Tersangka diduga melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a,b, ayat (2), ayat (3) undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a,b, ayat (2), ayat (3) undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(SUMBER PENKUM KEJATI ACEH/HUMAS). [Irman I. Pangeran]

Sumber: Atjehpost.co