MaTA Akan Gelar Training Investigasi Kasus Korupsi Sektor Kehutanan

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) akan menggelar Training Investigasi dan Advokasi Kasus Korupsi Sektor Kehutanan dan Tataguna Lahan di Aceh kepada 15 peserta yang berasal dari 7 kabupaten/kota di Aceh. Training tersebut akan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai Selasa (28/10) hingga Kamis 30 Oktober 2014 bertempat di Hotel Mekkah Banda Aceh.

Dalam kerangka acuan kegiatan disebutkan, partisipasi masyarakat mutlak dibutuhkan dalam rangka penegakan hukum terkait dengan tata guna lahan dan hutan. Terutama masyarakat yang bersentuhan langsung dengan hutan, seperti masyarakat komunitas adat dan hutan diharapkan dapat berperan aktif mendorong terwujudkan tata kelola hutan dan lahan di Aceh secara lebih transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Disebutkan, selama ini baru KPK yang dianggap berhasil membongkar kasus korupsi bidang tata guna lahan dan hutan. Akan tetapi, kapasitas KPK sangat terbatas jika dibandingkan dengan luasnya wilayah dan besarnya skala deforestasi. Oleh karena itu, penegakan hukum terkait dengan tata guna lahan dan hutan akan sangat tergantung pada performa Kepolisian, Kejaksaan dan partisipasi masyarakat. Catatan pemantauan ICW pada Semester 1 tahun 2012 (Januari s.d Juni), performa Kepolisian dan Kejaksaan masih belum maksimal.

Atas dasar itu, penting dilakukan penguatan masyarakat sipil dalam rangka mendorong kerja-kerja penegakan hukum. Nantinya masyarakat diharapkan bisa melakukan investigasi, menyusun laporan untuk penegak hukum dan melakukan advokasi terhadap dugaan korupsi pada tata guna lahan dan hutan di Aceh.

Kegiatan selama tiga hari itu akan difasilitasi oleh Emerson Yuntho dan Tama S Langkun dari lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) Jakarta. Sementara narasumber yang akan memandu pelatihan dari unsur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan T. M. Zulfikar sebagai aktivis lingkungan.[Sai]