MaTA: Nama Calon Komisioner KIA Harus Segera ke DPRA

LSM Masyarakat Trasparansi Aceh (MaTA) meminta pihak Dinas Perhubungan Komunikasi, Informasi, dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh segera menyerahkan nama-nama calon komisioner Komisi Informasi Aceh (KIA) periode 2016-2020 kepada Komisi I DPRA guna menjalani fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan).

Staf Bidang Advokasi Kebijakan Publik MaTA, Amel kepada Serambi, Senin (20/6) mengatakan, seharusnya Dishubkomintel Aceh sudah menyerahkan nama-nama calon komisioner KIA ke Komisi I mengingat masa bakti komisioner KIA periode 2012-2016 sudah berakhir, 19 Juni 2016. Disisi lain, tim seleksi telah menyelenggarakan proses rekrutmen komisioner baru sejak 18 Februari 2016 lalu.

“Proses rekrutmen dimulai dari seleksi administrasi, tertulis, psikotes, seleksi dinamika kelompok dan wawancara. Terakhir pada 29 April 2016, tim seleksi telah mengumumkan sepuluh calon komisioner KIA yang bakal diserahkan kepada Gubernur Aceh untuk seterusnya diajukan kepada Komisi I DPRA,” katanya.

Menurutnya, tim seleksi telah menyelesaikan tahapan dan proses rekrutmen calon komisioner KIA dengan baik, tapi sayangnya Dishubkomintel Aceh tidak proaktif dan konsisten menindaklanjuti hasil kerja tim seleksi. Seharusnya, dengan tenggat waktu sebulan lebih, sepuluh calon komisioner KIA sudah menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPRA untuk menentukan lima komisioner KIA Periode 2016-2020.

“MaTA menyesalkan kinerja Dishubkomintel yang lamban dan tidak proaktif, sehingga membuat nasib calon komisioner KIA terkatung-katung. Kalaupun harus memperpanjang SK komisioner lama agar tidak terjadi kekosongan kepeminpinan KIA, maka sebaiknya untuk masa yang singkat sampai terpilihnya komisioner baru,” ujarnya.

Amel mendesak Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah segera memproses penyerahan sepuluh calon komisioner KIA kepada Komisi I DPRA. “Sehingga keberadaan KIA dapat berlanjut dan dijalankan oleh komisioner yang berkualitas serta berintegritas,” pungkas.

Adapun kesepuluh nama calon komisioner KIA yang sudah lolos seleksi wawancara dan dinamika kelompok adalah, Afrizal Tjoetra, Arman Fauzi, Cut Hayatun Nufus SSos, Drs Yusran MSi, Ety Rochaeti SE MEd, H Hamdan Nurdin SSos, Hj Nurlaly Idrus SH MH, Jehalim Bangun, Tasmiati Emsa SH, dan Zulfikar Muhammad.[]

Sumber: Serambi