MaTA Siap Dampingi Rekanan Laporan Kasus Upeti ke Kejaksaan

LEMBAGA Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) siap mendampingi rekanan untuk melaporkan kasus dugaan pengutipan upeti di Dinas Bina Marga Aceh ke kejaksaan dan inspektorat.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator MaTA, Alfian, kepada Atjehpost.co, Jumat 10 Oktober 2014.

“Memang dari awal kita ingin mendampingi rekanan untuk melaporkan kasus ini ke Inspektorat dan kejaksaan. Namun kita ingin memastikan dulu, apakah proses pencairan keuangan mereka sudah 100 persen atau belum. Sehingga nanti jangan sampai dihambat,” kata Alfian.

Kata Alfian, keterangan rekanan ke pihaknya, memang Kabag Pemeliharaan Jalan Bina Marga Aceh, meminta upeti sebesar 5 persen dari total proyek yang dikerjakan kontraktor. Namun kutipan upeti ini disampaikan melalui staf bidang yang bersangkutan.

“Namun uangnya memang belum ditransfer. Kalau benar dan terdapat bukti, ini jelas-jelas tindak pidana korupsi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bagian (Kabag) Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga Aceh, Mawardi, membantah dirinya mengutip upeti sebesar 5 persen dari total proyek yang dikerjakan oleh para kontraktor.

Hal ini diungkapkan Mawardi yang didampingi beberapa staf Bina Marga Aceh, kepada Atjehpost.co di ruang kerjanya, Jumat 10 Oktober 2014.

“Selama ini saya tidak pernah berhubungan dengan kontraktor. Proses tender hingga lainnya kan ada tahapan masing-masing. Ada PHO, panitia kontrak, kemudian ada PPTK, KPA dan PA,” ujar Mawardi.

Mawardi juga mengaku tidak mengetahui alasan pasti mengapa isu dirinya mengutip upeti 5 persen dari setiap proyek muncul. Dia juga mengaku isu tersebut hanyalah kabar burung yang tak perlu direspon pro aktif.

“Karena ada pekerjaan yang memerlukan perhatian lebih penting dari memikirkan itu (tudingan menerima suap -red). Saat ini sedang hujan dan banyak proyek yang belum selesai,” katanya.[Murdani Abdullah]

Sumber: www.atjehpost.co