MaTA: Wali Kota Lhokseumawe Jangan Lindungi Tersangka Korupsi

Sikap Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya meminta jaksa tidak menahan tersangka korupsi dana hibah, Dasni Yuzar, yang saat ini menjabat Sekda, mengundang reaksi Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA).

“Kami mendesak wali kota untuk tidak melindungi para koruptor dalam penyelengaraan pemerintahannya,” kata Peneliti Hukum MaTA, Sariyulis kepada ATJEHPOST.co, Jumat, 21 November 2014.

Sariyulis mengingatkan Wali Kota Lhokseumawe harus benar-benar menunjukkan komitment untuk pemberantasan tindak pidana korupsi di jajaran pemerintahannya. “Jangan hanya sekadar mengeluarkan statement (mendukung pemberantasan korupsi) untuk pencitraan saja (melalui media massa),” ujarnya.

“Ini persoalan etika pejabat publik. Wali kota mengelola pemerintahan, bukan mengelola keluarga dan kolegialnya saja,” kata Sariyulis lagi.

MaTA menilai penting kejelasan sikap dan kebijakan Wali Kota Suaidi Yahya demi terwujudnya pemerintahan yang bersih di lingkungan pemerintahan Lhokseumawe.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dilaporkan turut menyurati pihak kejaksaan agar tidak menahan tersangka kasus korupsi dana hibah APBA, Dasni Yuzar yang saat ini menjabat Sekda kota ini. Jaksa menetapkan Dasni sebagai tersangka dalam kapasitasya sebagai pendiri Yayasan Cakra Donya Lhokseumawe yang menerima dana hibah APBA 2010 senilai Rp1 miliar.[Irman I. Pangeran]

Sumber: Atjehpost.co