Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Izin HGU di Aceh

Pemerintah Aceh diminta untuk meninjau kembali izin Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh. Peninjauan ulang izin tersebut dinilai penting dalam tata kelola hutan dan lahan yang hingga kini belum berjalan optimal sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Hal tersebut disampaikan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait upaya mendorong peninjauan kembali izin tata kelola hutan dan lahan di Aceh oleh pemerintah di Sekretariat MaTA, Rabu (13/01/2016).

Dalam diskusi itu mencuat sejumlah sorotan terkait perizinan Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh. Di antaranya terungkap bahwa kepemilikan izin HGU oleh pihak swasta yang beroperasi di kawasan hutan Aceh, masih banyak menimbulkan masalah sosial di tengah masyarakat, potensi penyimpangan izin penggunaan lahan, juga masa berlaku sejumlah izin HGU yang akan kadaluarsa.

Menurut Koordinator MaTA, Alfian masih banyaknya ditemukan permasalahan terkait tata kelola hutan dan lahan di Aceh lantaran pemerintah selama ini abai untuk meninjau kembali izin HGU milik perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh.

“Sudah seharusnya Pemerintah Aceh melakukan review izin terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh, baik itu HGU, Hutan Tanaman Indsutri (HTI) demi mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat lokal,” ujarnya.

Alfian menyebutkan, meninjau kembali perizinan HGU dinilai penting segera dilakukan untuk memverifikasi seluruh perusahan yang mengekspolarasi sekaligus mengambil keuntungan dari lahan hutan Aceh.

“Karena jangan-jangan ada perusahaan yang beroperasi di hutan dan lahan di Aceh justru tidak memiliki seluruh izin lisensi yang sesuai makanya penting sekali pemerintah mereview izin HGU ini,” jelasnya

Selain itu, kata Alfian, transparansi dalam proses perizinan penggunaan lahan di Aceh harus diterapkan oleh dinas terkait sehingga pengelolaan hutan dan lahan menjadi maksimal.[]

Sumber: Habadaily