Pengembalian Sisa Deposito Aceh Utara Lambat

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan mantan anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Utara menilai upaya pengembalian sisa deposito Aceh Utara Rp 220 miliar dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat berjalan lambat. Mereka juga menilai upaya pembentukan tim baru oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib dalam upaya pengembalian deposito tanpa melibatkan jaksa pengacara negara (JPN) takkan mempercepat proses pengembalian dana itu.

“Harusnya Pemkab Aceh Utara bisa belajar dari pembentukan tim pengembalian deposito itu pada tahun 2011 yang menghabiskan dana APBK 2011 dan 2012 hingga enam miliar rupiah. Tapi, sampai sekarang sisa deposito tersebut belum juga berhasil dikembalikan,” kata Koordiator MaTA, Alfian kepada Serambi, Selasa (18/11).

Untuk menghemat anggaran dalam pengembalian dana deposito tersebut, menurutnya, Pemkab Aceh Utara bisa mengajak jaksa pengacara negara. Sebab, kata Alfian, mereka lebih mengetahui prosedurnya dan jaksa pengacara negara juga mempunyai tanggung jawab untuk mengembalikan dana deposito tersebut. Sehingga, lanjutnya, Pemkab bisa fokus pada kerjanya.

“Jika ini tak dilakukan, masyarakat patut mencurigai pembentukan tim pengembalian deposito tersebut hanya akan menjadi ajang main-main ke Jakarta dengan alasan untuk pengembalian dana itu,” ujar Alfian.

Secara terpisah, mantan anggota Pansus DPRK Aceh Utara, Anwar Sanusi juga mengatakan, apapun nama tim yang dibentuk jika hanya mengandalkan pejabat di internal Pemkab Aceh Utara, tidak akan berhasil mengembalikan dana tersebut. “Saya setuju jika Pemkab mempercayakan hal itu kepada jaksa pengacara negara atau pihak lain yang berkompeten,” katanya.

Jika tidak, tambah Anwar, pembentukan tim tersebut dikhawatirkan takkan berhasil dan hanya menghabiskan anggara. “Pada saat saya menjadi pansus, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pernah berjanji akan mengembalikan dana itu setelah putusan incrach. Tapi, Pemkab tak langsung mempertanyakan hal tersebut, sehingga prosesnya jadi lambat,” pungkas Anwar Sanusi.[jf]

Sumber: Serambinews.com