PWYP-MaTA Diskusi dengan Warga Aceh Utara Terkait Dana Migas

Publish What You Pay (PWYP) Indonesia bersama Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mengadakan diskusi dengan perwakilan masyarakat Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Kamis (8/10/2015).

PWYP Indonesia merupakan koalisi masyarakat sipil untuk transparansi dan akuntabilitas tata kelola sumber daya ekstraktif Migas, pertambangan dan sumber daya alam.

Ilustrasi. [Foto PWYP]
Ilustrasi. [Foto PWYP]
“Seknas (Sekretaris Nasional PWYP) kami tengah meneliti bagaimana kontribusi dana bagi hasil dan tambahan dana bagi hasil (DBH dan TDBH) Migas yang diterima daerah, terutama untuk pengentasan kemiskinan,” ujar Hafidh dari MaTA kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Kamis jelang siang.

Hafidh menejelaskan, berdasarkan catatan pihaknya, alokasi DBH dan TDBH Migas yang diterima daerah penghasil Migas untuk program penanggulangan kemiskinan terus meningkat saban tahun.

Itu sebabnya, kata Hafidh, pihaknya mengadakan diskusi dengan perwakilan masyarakat lingkungan Blok Migas di Aceh Utara. “Lokasi yang kita pilih Kecamatan Nibong. Kita ingin mendengar dan menggali masukan perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di kecamatan itu tentang program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah,” katanya.

Hafidh menambahkan, tindak lanjut hasil diskusi dengan perwakilan masyarakat Nibong, PWYP bersama MaTA mengadakan pertemuan dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPD) Aceh Utara yang diketuai Wakil Bupati, di kantor Bappeda setempat, Jumat 9 Oktober 2015. [idg]

Sumber: Portal Satu