Rp 1,9 M Kredit BTPN Difiktifkan

Tim Penyidik Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menahan lima orang dari Kantor Cabang Pembantu Bank Tabungan Pensiunan Nasional (KCP BTPN) Takengon, Aceh Tengah. Kelimanya adalah tersangka kredit fiktif di bank tersebut yang mencapai Rp 1,9 miliar pada 2012-2013.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, Kombes Pol Joko Irwanto menyebutkan, dua di antara tersangka masih menjabat Branch Manager bank tersebut yakni berinisial Hm dan NA. Sedangkan tiga lainnya yang dianggap paling berperan dalam kasus ini sudah dipecat, yaitu KR, ASG, dan AA.

Kombes Joko menceritakan, modus kejahatan ini dilakukan KR yang ketika itu menjabat Credit Officer (CO) atau petugas kredit untuk usaha mikro kecil (UMK) bersama ASG dan AA selaku Relation Officer (RO). Mereka memanipulasi profil debitur, agunan, surat keterangan usaha, dan memalsukan tanda tangan kepala desa sesuai alamat di fotokopi KTP 79 calon debitur yang seakan mengajukan kredit UMK ke KCP BTPN Takengon.

“Dalam berkas pengajuan kredit itu, selain melampirkan fotokopi KTP calon debitur yang dijanjikan kredit, mereka juga memfoto dan melampirkan foto UMK calon debitur, misalnya usaha pribadi pembuatan bubuk kopi dan lain-lain. Namun, ketika cair, kredit ini dimanfaatkan KR dan tersangka lainnya,” kata Kombes Joko Irwanto kepada Serambi, kemarin.

Kombes Joko didampingi Pj Kasubdit II tindak pidana Perbankan Pencucian Uang, Uang palsu, dan Cibercrime (PPUC), Kompol Erlin Tangjaya mengatakan, selain memalsukan dokumen 79 debitur ini, para tersangka juga mengajukan kredit lainnya yang seakan diajukan 13 debitur lain dengan memanipulasi semua persyaratan kredit. Caranya juga meminjam fotokopi KTP ke-13 calon debitur ini.

“Ketika kredit itu cair, uangnya juga digunakan tersangka KR dan kawan-kawan. Akibat kedua jenis perbuatan mereka, BTPN rugi Rp 1,9 miliar,” ujar Dir Reskrimsus.

Menurut Dir Reskrimsus, pihak BTPN melapor ke Polda Aceh ketika kejahatan kasus itu sudah terungkap. Kemudian, dari penyidikan, penyidik menetapkan KR, ASG, dan AM sebagai tersangka kejahatan perbankan sehingga ketiganya ditahan selama 20 hari sejak 15 Oktober 2014. Kemudian, penahanan ketiganya sudah diperpanjang lagi selama 40 hari sejak 4 November 2014.

“Nah, dari pemeriksaan ketiganya yang sudah diberhentikan dari KCP BTPN Takengon itu, juga terungkap indikasi keterlibatan Branch Manager bank ini, yaitu pria berinisial Hm dan NA. Karena itu, keduanya juga ditetapkan tersangka dan ditahan sejak 28 Oktober 2014,” jelas Kombes Joko.

Kombes Joko menambahkan, perbuatan kelima tersangka melanggar UU Perbankan. Selain kelima tersangka, penyidik juga sudah memeriksa saksi, termasuk 20 orang yang difiktifkan namanya sebagai debitur, ahli tindak pidana perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat dan ahli standar operasional prosedure (SOP) BTPN, serta menyita sejumlah dokumen terkait sebagai barang bukti.

“Selain kasus ini, ada beberapa perkara kredit fiktif lainnya di bank lain sedang kita lidik,” ungkap Dir Reskrimsus tanpa bersedia menyebut kasusnya karena pertimbangan sedang penyelidikan. (sal)

Sumber: Serambinews.com