Studi Banding DPRA ke Jepang Kuras Uang Daerah

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berangkat study banding ke Jepang. Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian menilai keberangkatan para wakil rakyat ini hanya menguras keuangan daerah.

“Seharusnya anggaran keberangkatan mereka bisa digunakan yang lebih penting karena masyarakat Aceh masih banyak dilanda kemiskinan dan pengangguran,” kata Alfian menyikapi keberangkatan Komisi VI pada 25 Agustus 2015 kepada Habadaily.com, Kamis (27/8/2015).

Alfian menilai study banding ke luar negeri sama sekali tidak menguntungkan Aceh, hal itu dapat dilihat dari study-study banding anggota DPRK dan DPRA sebelumnya. Study banding hanya ajang pelangcongan dewan yang belum memiliki kepekaan.

Menurutnya tidak ada hasil study banding yang diterapkan di Aceh. Sebagai dewan seharusnya malu karena tidak membawa apa-apa dari sebuah study banding. Kebijakan wakil rakyat ini, tambahnya, hanya menambah daftar ketidak percayaan publik pada lembaga legislatif.

“Kami dari MaTA sedari dulu selalu mengigatkan agar DPR menghentikan study banding, lebih baik dana itu di gunakan untuk bangun rumah duafa, gedung sekolah dan menyelenggarakan pertemuan dengan konstiuen masing-masing,” ujarnya.

Alfian juga menantang anggota dewan yang berangkat ini untuk mempertanggung jawabkan hasil study banding mereka serta menjelaskan apa, dan di Aceh mana diterapkan hasil study dewan yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi dan usaha kecil tersebut. [Juli P Mudo]

Sumber: Habadaily