Tim Kejari Turun ke Cot Keupok

Tim Kejari Turun ke Cot Keupok

* Tindaklanjuti Laporan Dugaan Proyek Bermasalah

Tim Kejari Turun ke Cot Keupok – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Senin (6/2) menurunkan tim penyidik ke Desa Cot Keupok, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara. Tujuannya, untuk mengecek informasi yang disampaikan sejumlah warga desa itu terkait dugaan tiga proyek fisik bermasalah yang bersumber dari APBG 2015.

Ketiga proyek yang dilaporkan warga didampingi LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) pada 31 Januari 2017 itu meliputi pembangunan talud, pengerasan jalan, dan proyek pembangunan saluran. Total angaran ketiga proyek tersebut adalah Rp 222,8 juta.

“Saat pengecekan bangunan itu juga hadir perwakilan warga yang melapor ke kita dan dikawal aanggota polsek setempat,” ujar Kajari Aceh Utara, Jabal Nur MH melalui Kasi Intel, Erning Kosasih SH kepada Serambi, Selasa (7/2).

Dari pengukuran yang dilakukan pihaknya, sebut Erning, panjang bangunan ada yang lebih dan ada juga yang kurang dari Rincian Anggaran Biaya (RAB). Misalnya, talud yang dalam RAB disebutkan panjangnya 150 meter, tapi di lapangan panjangnya melebihi RAB yaitu 182,5 meter. Lalu, lebarnya 30 centimeter (cm), tapi di lapangan ada yang 24 cm dan ada juga yang 18 cm. Selain itu, tinggi di RAB 70 centimeter, tapi di lapangan tinggi bervariasi 67-100 cm.

“Selanjutnya, kita akan mintai keterangan dari Inspektorat Aceh Utara dan petugas kantor camat, untuk diambil kesimpulan,” katanya.

Keuchik Cot Keupok, Tarmizi kepada Serambi mengatakan, dirinya juga dipanggil ketika jaksa turun ke lokasi untuk mengecek tiga proyek fisik di desanya. Selain itu, menurutnya, juga hadir muspika dan pihak yang melaporkan dirinya ke polisi dan jaksa terkait dugaan proyek bermasalah.

“Jadi, pihak pelapor sudah melihat sendiri, begitu juga masyarakat dan muspika saat pengukuran oleh jaksa. Banyak yang lebih dibanding yang kurang, misalnya soal panjang, lebar, dan ketebalan bangunan tersebut. Kemarin jaksa juga menginterogasi dan saya sudah jelaskan kepada jaksa,” katanya.

Secara terpisah, Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Baktiya Barat Iptu Musa menyebutkan, pihaknya saat jaksa turun ke lokasi hanya memberi pengamanan supaya tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Sedangkan kasus itu ditangani jaksa, karena dilaporkan ke Kejari,” katanya.

Kapolsek menambahkan, pihaknya sekarang juga sedang menyelidiki kasus dugaan pencemaraan nama baik yang dilaporkan keuchik. “kasus tersebut masih dalam penyelidikan, karena belum memenuhi unsur. Jadi, belum ada tersangkanya,” kata Iptu Musa.[]

Sumber: Serambi Indonesia