Antisipasi Korupsi Sektor Kelistrikan, MaTA dan TI Gelar Workshop di Aceh

Antisipasi Korupsi Sektor Kelistrikan, MaTA dan TI Gelar Workshop di Aceh

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) berkolaborasi dengan Transparancy International (TI) Indonesia menyelenggarakan workshop “Peningkatan Akuntabilitas dan Integritas Sektor Kelistrikan Melalui Pemantauan Partisipatif” di Hotel Kriyad Muraya, Banda Aceh, Selasa (2/10).

Koordinator Bidang Advokasi Kebijakan Publik MaTA, Hafidh, menyebutkan, diskusi dan workshop tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sipil tentang kelistrikan.

Menurut Hafidh, Pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 telah menyatakan untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

“Pemerintah memprioritaskan mega proyek pembangunan pembangkit listrik nasional sebesar 35.000 Megawatt (MW) sampai dengan tahun 2019,” sebut Hafidh.

Hafidh menambahkan, urgensi dari mega proyek ini karena pemadaman bergilir yang terjadi hampir merata diseluruh Indonesia termasuk Aceh disebabkan tertinggalnya pembangunan pembangkit listrik.

“Mega proyek ini sangat rawan terjadi tindak pidana korupsi karena nilai investasi untuk mega proyek ini mencapai Rp 1.189 triliun dan sebaran sangat luas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya korupsi dalam proyek 35.000 MW itu, menurutnya, pemantauan partisipatif sangat diperlukan, sehingga celah untuk tindak pidana korupsi dapat diminimalkan.

“Dengan adanya pemahamam dan pemantauan yang dilakukan masyarakat sipil, potensi korupsi dalam mega proyek ini dapat diantisipasi,” tutup Hafidh.

Artikel ini telah tayang di https://www.theaceh.com/antisipasi-korupsi-sektor-kelistrikan-mata-dan-ti-gelar-workshop-di-aceh/948/