Jaksa Tahan Kepala DKPP Lhokseumawe dan Dua ‘Anak Buahnya’

Jaksa Tahan Kepala DKPP Lhokseumawe dan Dua ‘Anak Buahnya’

Kejaksaan langsung menahan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan/penyaluran bantuan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp14,5 miliar. Ketiga tersangka ditahan setelah diserahkan penyidik Polres Lhokseumawe kepada pihak Kejari Lhokseumawe di Kantor Kejati Aceh, di Banda Aceh, Kamis, 26 Juli 2018, siang.

Tiga tersangka itu berinisial drh. Rz (Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian/DKPP) Kota Lhokseumawe, drh. DH (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK), dan drh. IM, (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK pada DKPP Lhokseumawe). Jadi, DH dan IM merupakan bawahan alias “anak buah” Rz di DKPP Lhokseumawe.

Informasi diperoleh portalsatu.com, mulanya ketiga tersangka diperiksa kesehatannya oleh tim dokter kesehatan (Dokkes) Polres Lhokseumawe, Rabu (kemarin) sore. Setelah itu, tim penyidik Unit Tipikor dipimpin Kasatreskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha membawa ketiga tersangka ke Banda Aceh untuk diserahkan kepada pihak Kejari Lhokseumawe di Kantor Kejati Aceh, Kamis (hari ini).

“Kita juga membawa barang bukti kasus itu berupa dokumen dalam jumlah cukup banyak,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha dihubungi portalsatu.com, Kamis, sekitar pukul 13.00 WIB.

Budi menyebutkan, pihaknya menyerahkan ketiga tersangka dan barang bukti kasus itu kepada pihak Kejari Lhokseumawe di Kantor Kejati Aceh, Kamis, sekitar pukul 12.00 WIB. “Ini merupakan penyerahan tahap II (tersangka dan barang bukti) dari penyidik kepada jaksa setelah beberapa waktu lalu jaksa menyatakan berkas perkara ketiga tersangka P21 (lengkap),” kata Budi.

Setelah diserahkan penyidik kepada jaksa, ketiga tersangka diperiksa kesehatannya oleh tim Dokkes Kejati Aceh. Lalu, jaksa langsung menahan ketiga tersangka. Ini dibenarkan Kajari Lhokseumawe Muhammad Ali Akbar, S.H., M.H., melalui Kasi Intelijen, Miftahuddin, S.H., didampingi Kasi Pidana Khusus, Fery Ihsan, S.H., M.H., saat dihubungi terpisah. Menurut dia, penyerahan Rz, DH dan IM dari penyidik kepada jaksa turut disaksikan penasihat hukum ketiga tersangka dari Kantor Hukum HN dan Partner.

Miftahuddin mengatakan, tersangka Rz dan IM ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu, sedangkan DH (perempuan) di Rutan Lhoknga, Aceh Besar. Lokasi penahanan berbeda, kata Miftahuddin, lantaran Rutan Lhoknga khusus untuk tahanan perempuan. “Saat ini ketiga tersangka sudah kita tahan,” ujarnya.

Menurut Miftahuddin, serah terima ketiga tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada jaksa dilakukan di Kejati Aceh lantaran perkara itu akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh. Berdasarkan pertimbangan itu pula ketiga tersangka ditahan di Banda Aceh. “Jadi, untuk memudahkan dan mempercepat proses persidangan,” kata Kasi Intelijen Kejari Lhokseumawe itu.

Diberitakan sebelumnya, kejaksaan menyatakan berkas perkara tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan/penyaluran bantuan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 sudah lengkap atau P21. Kasus bantuan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014–yang dananya dialokasikan melalui DKPP senilai Rp14,5 miliar, berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh merugikan negara Rp8,1 miliar lebih. (Baca: Jaksa: Berkas Perkara Tiga Tersangka Kasus Bantuan Ternak Lengkap)