Kasus DOKA 2018, MaTA: Kemungkinan Adanya Tersangka Baru Sangat Terbuka!

Dana Rp 650 M Cacat Administrasi

Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, memperkirakan adanya tersangka baru dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018, yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, sangat terbuka. Pasalnya, penyidik KPK belakangan ini sangat gencar melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terkait kasus DOKA di Aceh.

Menurut Alfian, tidak menutup kemungkinan akan terungkap tersangka baru, meskipun para pelaku korupsi mencoba menutupi kejahatannya dengan sangat rapi. “Pelaku biasanya melakukan dengan sangat rapi. Kadang kita sendiri tidak menduga dan ini akan terungkap semua di pengadilan,” kata Alfian kepada portalsatu.com, Minggu, 19 Agustus 2018, sore.

Alfian menyebutkan, perilaku korup di tubuh instansi pemerintahan selama ini terjadi sangat masif. Selain itu, pola korupsi berevolusi seiring perkembangan zaman.

“Kemungkinan-kemungkinan pihak yang terlibat malah lebih banyak. Koruptor di negara kita ini juga berevolusi dari tahun ke tahun. Selain makin masif, polanya juga canggih,” ujarnya.

Seperti diketahui, Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, hingga kini masih ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditangkap oleh penyidik lembaga antirasuah itu, Selasa, 3 Juli 2018. Dalam kasus ini, selain Irwandi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi, Staf Khusus Gubernur, Hendri Yuzal dan T. Syaiful Bahri dari pihak swasta.

Tim Penyidik masih terus mendalami kasus dugaan suap terkait DOKA 2018 tersebut. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, S.H., menyebutkan, sejak Senin hingga Kamis (13-16 Agustus 2018), tercatat saksi yang diperiksa penyidik KPK mencapai 60 orang. Saksi yang diperiksa mulai dari sejumlah kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), pihak bank, kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, hingga pihak swasta.

artikel ini telah tayang di: http://portalsatu.com/read/news/-44595