Seleksi Panwaslih Hanya Formalitas, Sejumlah Peserta Se-Aceh Tuntut Ganti Rugi

Seleksi Panwaslih Hanya Formalitas, Sejumlah Peserta Se-Aceh Tuntut Ganti Rugi

Sejumlah peserta seleksi calon anggota panitia pengawas pemilihan (panwaslih) kabupaten/kota seluruh Aceh kecewa dengan keputusan akhir Bawaslu RI yang tidak menghargai hasil kinerja tim panitia seleksi yang telah dibentuk.

Para peserta yang calon panwaslih yang merasa kecewa dengan hasil keputusan bawaslu saat ini sedang mempersiapkan gugatan ke DKPP RI karena merasa ada kejanggalan terhadap hasil akhir di Bawaslu pusat yang dinilai sangat bertentangan dengan semangat demokrasi yang jujur dan berkeadilan.

Imran yang juga salah seorang peserta lainnya menuturkan, hasil yang diumumkan tidak berdasar, sehingga dianggap keputusan bawaslu justru sangat bertentangan dengan semangat pemilu itu sendiri yang berpegang teguh pada azas kejujuran dan keadilan, sehingga diharapkan keputusan bawaslu tersebut agar ditinjau kembali.

“Ini perlu ditinjau ulang oleh Bawaslu RI, atau ajang ini hanya sebagai pelengkap penderitaan bagi masyarakat dengan mengulurkan banyak waktu dan menghabiskan banyak uang dan tenaga bagi peserta,” katanya.

Dari informasi yang diperoleh AJNN menyebutkan bahwa ada peserta yang tidak mengikuti fit and propertest, namun namanya juga tercantum dalam daftar PAW di atas peserta lainnya yang memgikuti seleksi tahap akhir melalui Fit and Propertest (FPT) yang digelar oleh Panwaslih Aceh.

Namun saat dikonfirmasi perihal tersebut, Anggota Panwaslih Aceh Zuraida Alwi mengatakan nilai bukan hanya FPT, ada beberapa tahapan tes yang sudah dilalui oleh seluruh peserta yang menjadi penilaian.

“Bukan hanya FPT, ada beberapa tes yang sudah dilalui seluruh peserta dan yang bersangkutan hanya FPT yang tidak ikut,” kata Zuraida Alwi, Senin (12/9).

Sementara itu, berdasarkan SK Bawaslu RI bernomor 0600/K.BAWASLU/HK.01.00/VII/2018 tentang Perubaha Keputusan Bawaslu sebelumnya dijelaskan bahwa hasil tes kesehatan dan wawancara berjumlah dengan nilai seratus dan disusun berdasarkan abjad bagi yang petahana, sedangkan bagi yang baru disusun berdasarkan nilai tertinggi, dan dari pengumuman akhir justru kebalikan dari keputusan bawaslu tersebut, hal ini dianggap sangat janggal dan terkesan asal-asalan.

Tak hanya peserta yang kecewa, Ketua Pansel Panwaslih Kabupaten/Kota seluruh Aceh Teuku Kemal Fasya juga tampak berang dengan hasil tersebut.

Kemal Pasha dalam akun facebokknya mengungkapkan kalau petahana masuk semua, maka seleksi tersebut hanya sebagai formalitas saja.

“Saya dengar info, semua komisioner panwaslih kab/kota petahana Aceh masuk semua. Jika demikian seleksi ini hanya formalitas. Tidak terlihat ada komitmen perbaikan kualitas pengawasan dari Bawaslu RI. Save electorate democracy,” tulis Teuku Kemal Fasya.

Artikel ini telah tayang di http://www.ajnn.net/news/seleksi-panwaslih-hanya-formalitas-sejumlah-peserta-se-aceh-tuntut-ganti-rugi/index.html